Monday, 13 May 2024
Bapaknya Kerja Apa?
Monday, 23 October 2023
Petualangan Sherina 2: Curhat Masa Lalu dan Review
Saya memiliki beberapa core memory dari masa kecil saya dan Petualangan Sherina juga masuk ke dalam salah satunya.
Saya ingat saat itu saya sedang mudik ke rumah alm. nenek di Banjarsari. Saya tidak ingat umur berapa, tapi di usia itu saya masih suka gelendotan ke papa saya, masih anak manja. Ketika itu saya ditawari untuk dipinjamkan CD Petualangan Sherina (yang saya baru tahu ternyata film itu sangat laris di bisokop). Petualangan Sherina diliris tahun 2000, tapi ketika saya pegang CD itu kemungkinan usia saya diantara 3-5 tahun berarti sekitar tahun 2001-2003 (karna saya ingat, ketika saya akan SD saya ingin seperti Sherina).
Pemilik CD itu adalah saudara saya, anak dari bibi yang saya panggi A Ferry (sampai sekarang masih belum menemukan cara minta maaf ke A Ferry karena nggak pernah ngembaliin CD itu sampe CD nya hilang/rusak). Singkat cerita, CD itu saya bawa ke rumah, termasuk CD lagu-lagu Sherina (yang salah satunya memuat lagu I Have a Dream featuring Westlife, yang sampai papa tulisin liriknya di buku katanya supaya aku bisa hafal sekaligus sekalian belajar bahasa inggris katanya).
Jujur saya tidak begitu ingat apa yang terjadi atau bagaimana respon saya setelah menonton film tersebut, yang saya ingat, saya suka lagu-lagunya, terutama lagu "Pelangiku", yang sering saya reka adegannya dengan diam di depan jendela ketika hujan, dan saya nyanyikan lagu itu sambil pura-pura jadi Sherina. Saya tidak ikut pakai plester dan bekal makan permen chach*, tapi saya cenderung suka dengan lagu-lagunya, termasuk lagu Andai Aku Tlah Dewasa yang dulu selalu malu jika saya nyanyikan di depan orang tua (wkwk). Saya juga jadi fans Sherina bertahun-tahun dan mencoba selalu mengikuti karir beliau. Saya juga mengikuti karirnya Derby, tapi nggak se-mengikuti karir Sherina. Setelah saya lihat ulang, Sherina di umur segitu, bisa nyanyi dan main film, ternyata emang keren banget, iya nggak sih? Yang paling baru dan paling terakhir, album Sherina yang saya ikuti adalah Tuna. Saya nggak paham perasaan ketika mendengar lagu-lagu di album Tuna, saya tidak begitu suka, tapi di sisi lain saya suka (iya saya juga nggak paham).
Selain hal-hal di atas, Petualangan Sherina juga (yang saya yakin semua orang sama dalam hal ini), memperkenalkan kita ke Bosscha Observatory. Saya menyimpan keinginan pergi ke Bosscha selama belasan tahun dan kemarin baru kesampaian. Mungkin yang ini akan saya ceritakan di postingan berikutnya.
Berikutnya, ternyata, setelah 23 tahun rilisnya Petualangan Sherina, mereka memutuskan membuat sekuelnya di tahun 2023, tahun ini. Saya sebenarnya tidak terlalu exited, hanya senang sekali(?) gimana ya bilangnya, atau mungkin saya memang exited, tapi exited yang biasa aja. Pasalnya, film ini kan udah lamaaaaaaaaaaaa banget, jadi saya nggak mau terlalu berekspetasi, saya nggak percaya film ini bisa sebagus film pertamanya, semacam itu. Tapi tentu saya tetap senang karena bisa melihat Sherina dan Sadam bareng-bareng lagi, ini yang bikin exited.
Filmnya rilis tanggal 28 September 2023, niatnya saya pengen nonton langsung karna penasaran, tapi karna mager (dan duit tipis), saya tunda ke tanggal 1 sekalian pergi main dengan temen-temen kuliah. Di sini jujur saya bete banget karna ketingalan filmnya 30 menit karna macet, gara-gara terlalu santai. Tapi keobatin banget sama filmnya dan jadi ada alasan buat nonton ulang wkwk.
Saya mutusin buat nonton ulang sendirian (karna saya pikir saya dan Petualangan Sherina itu pengalaman personal, saya pengen nikmatin ini sendirian). Dan ini diluar kebiasaan saya (yang sangat hemat dan sayang buat ngehamburin duit), saya nonton film bioskop lebih dari satu kali, kayaknya ini emang khusus buat Petualangan Sherina aja. Di kali kedua nonton, saya juga pilih lokasi dan jam tayang yang pake Dolby Atmos, biar lebih mantap.
Sebelum masuk ke review, saya mau marah-marah dulu, di kali kedua saya nonton film ini, ada satu geng yang duduk di row B belakang saya, dan kakinya gamau diem, banyak komentar, berisik, padahal dari yang saya denger, mereka udah kerja, tapi adab nya di umum astaghfirullohaladzim banget. Untung mood saya lagi bagus, pasangan sebelah saya juga berisik, sebagai pelajaran, kalau nonton sendiri lagi mungkin saya bakal pilih di row A aja. Buat orang-orang yang berisik dan gamau diem di bioskop, semoga kalian minimal tau kalau kalian itu norak ;(
Oke ini review saya untuk Petualangan Sherina 2.
Saya akan mulai dari pujian, saya SUKA BANGET film ini. Film ini berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri, vibesnya juga hangat dan menyenangkan. Jujur belakangan saya kurang merasa happy di kantor, tapi setelah pulang nonton Petualangan Sherina 2, saya agak merasa hidup kembali, sampai pulang juga lagu-lagunya masih saya senandungkan. Seminggu full saya nonton interview mereka di media, dan itu jujur mewarnai hari-hari saya, jadi nggak membosankan gitu, kaya kalau fans kpop lagi nontonin idolanya, rasa 'menyenangkan' itu yang saya rasakan.
Tapi jika saya boleh komentar, sebenarnya film ini tidak se-seru Petualangan Sherina yang pertama. Dari segi premis sebenarnya sudah menarik, cuma ketika dieksekusi, menurut saya terasa ada yang kurang. Misalnya dari segi villain, Isyana sama Chandra udah punya vibes yang bagus sebagai villain, kemunculan mereka juga menghibur, cuma kaya kurang banyak(?), kurang jahat(?), karakter mereka menurut saya masih bisa di eksplor dan dibuat lebih kompleks, kalau di sini, mereka cuma bener-bener kaya tambahan aja biar ada sosok kaya 'Kertarajasa' dan Natasya. I mean, Kertarajasa sangat jauh lebih karismatik dari segi karakter. Menurut saya, Petualangan Sherina 2 terlalu fokus pada karakter utama. Betul kita sama-sama tau kalau kita memang ingin lihat Sadam dan Sherina, tapi dari segi plot jadi terasa kurang, walaupun dua karakter ini memang berhasil membuat kita serasa kembali ke masa lalu.
Alur ceritanya untuk saya terasa indah dan magical, tapi juga terasa 'mudah', maksudnya, segampang itu ngalahin penjahatnya, padahal saya yakin Syailendra dan Ratih bisa digali lagi karakternya dan diperbanyak scene nya. Ngalahin penjahatnya juga terasa klise, dan menurut saya harusnya Pinkan nggak semudah itu dikalahkan sama dua amatir wkwk, walaupun diceritakan mereka punya basic bela diri yang bagus. Initnya kekalahan villain untuk saya terlalu mudah.
Kemudian, buat saya, ada scene lagu yang terlalu panjang, saya paham ini film musikal, tapi menurut saya lebih bagus kalau ada cerita dari sudut lain yang diceritakan daripada memperpanjang durasi di lagu (maksud saya mungkin lagu di film bisa di cut, tidak perlu full). Ada yang bilang film ini durasinya kepanjangan, menurut saya nggak masalah asal konfliknya dibuat lebih jelas dan kompleks, pasti bakal lebih seru. IMO. Bukan saya meragukan Sherina, lagu-lagunya menurut saya bagus dan beliau scoringnya sangat-sangat oke luar biasa, cuma lebih ke komposisi filmnya aja yang menurut saya perlu dibenahi. Ada hal-hal lain yang menjadi plot hole buat saya, tapi cukup deh karena yang menurut saya yang paling major yang ini.
Intinya menurut saya, film ini terlalu fokus pada character development Sherina dan Sadam, betul hasilnya bagus sekali, tapi elemen-elemen lainnya jadi terlupakan, agak sayang. Tapi saya tetap suka sekali dengan filmnya, karena elemen nostalgianya memang se-'dapet' itu. Saya juga ingin memuji chemistry Sherina sama Derby, saya suka banget! Karakter mereka juga saya suka, charater development Sadam yang jadi jagoan, dan Sherina yang rese tuh realistis. Dan juga Isyana tuh sumpah, suka banget sama karakternya, karna lawakannya kena di saya. Selain itu, yang paling saya suka jujur adalah endingnya, ditutup dengan cantik, menurut saya endingnya sangat pas, cukup, nggak perlu digali lagi hubungan Sherina dan Sadam, seperti apa. Saya nggak bisa menggambarkan perasaan itu gimana, tapi jujur saya sayang banget sama film Petualangan Sherina. Kalau saya boleh berterima kasih, sumpah makasih banget buat Riri Riza, Mira Lesmana, dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam film ini, baik Petualangan Sherina 1 ataupun Petualangan Sherina 2. Luar biasa banget pokoknya! Saya sampai nonton 2 kali loh! Saya yang pelit banget ini wkwk, karena memang mereka menyimpan banyak kenangan di benak saya. Terima kasih, terima kasih!
Cuma di sini saya menolak mereka dibuat sekuel lanjutannya, mungkin beberapa tahun lagi boleh, saya cuma takut vibes menyenangkan dari Petualangan Sherina ini cepat hilang, alias saya masih menikmati yang ke-dua. Kalau ada sekuel, takutnya tidak sesuai ekspetasi atau malah jadi membosankan. Gitu.
Sekian curhat dan reviewnya, salam banyak-banyak buat mas yayang yang udah aku pantengin nyaris sebulan ini ;) *wink
Wednesday, 16 March 2022
24
Sunday, 6 March 2022
Ke Ujung Langit
Thursday, 2 July 2020
Berubah
Sunday, 12 April 2020
Bahagia Karena Melihat Orang Lain Bahagia?
Alasan lain aku mau menulis hal ini selain untuk produktif adalah tulisanku sulit untuk tembus ke media manapun karena terlalu payah, jadi biarlah aku produktif di blogku sendiri.
Kegelisahan pertama yang akan kutuliskan hari ini adalah mengenai aku yang baru sadar beberapa waktu ini, jika dalam beberapa waktu seringkali aku bahagia ketika melihat orang lain bahagia.
Kasus pertama ketika aku menyadari hal ini adalah ketika suatu hari, pacarku tengah mengantarku dalam perjalanan pulang ke rumah (Rancaekek) dan tiba-tiba saja motor yang kami kendarai agak bermasalah karena suaranya menjadi berbeda (setidaknya itu yang aku pahami, suara motor berbeda = motor bermasalah). Dan pacarku bilang motornya memang menjadi agak tidak nyaman untuk dikendarai. Saat itu sudah menjelang malam dan langit sudah menggelap, tidak biasanya dia mengantarku sampai malam begitu. Akhirnya mencegah mogok di tengah jalan kami memutuskan untuk kembali ke jalan yang telah dilewati sebelumnya karena ia melihat ada bengkel yang buka di sana.
Sampai di bengkel yang entah di daerah mana itu (aku buta jalan), ia langsung menemui seorang montir tua yang aku pikir mirip dia ketika tua nanti (paham motor, kurus, suka memakai jins dan kaos hitam). Mereka mulai membicarakan hal-hal tentang motor yang tidak aku mengerti. Aku sejujurnya tidak begitu suka bengkel, karena bengkel nyaris tidak pernah menyediakan tempat duduk untuk kami, para wanita (atau penumpang motor) sehingga kami harus berusaha mencari tempat duduk sendiri dan seperti yang kita ketahui bersama, ketika motor masuk bengkel, tidak mungkin kita hanya sebentar di sana.
Pacarku sendiri, setiap membengkel bersamaku, seringkali lebih memilih bersama motornya karena katanya takut bengkel melakukan hal-hal curang pada motornya, seperti mencuri perintilan motornya yang kecil-kecil tapi penting atau apalah. Dan aku terpaksa harus menyibukkan diri (yang terkadang aku juga ikut memperhatikan proses perbaikan motornya).
Saat itu sudah malam, aku terpaksa pulang terlambat dan harus menunggu berjam-jam sampai motor selesai diperbaiki, harusnya aku kesal bukan? Ternyata tidak. Aku menikmati setiap menitnya walaupun sesekali jenuh, dan yang paling membuatku bingung adalah ketika aku merasa senang ketika melihat pacarku, berdiri di samping motornya, mengobrol dengan montir dan tersenyum ketika melakukan obrolan yang hanya mereka mengerti sendiri, dan ketika pacarku bilang "Aku jadi punya kenalan baru di sini." aku juga ikut merasa senang, karena aku tahu segala yang berkaitan dengan motor membuat ia selalu tertarik.
Malam itu, ketika ia minta maaf karena membuatku terlambat pulang, aku hanya tersenyum dan bilang "Gapapa kok!".
Kasus kedua masih berkaitan dengan pacarku. Kami sering sekali teleponan ketika waktu senggang. Suatu hari ia sedang menonton serial kartun favoritnya, The Amazing World of Gumball. Pertama kali aku mencoba menonton kartun itu, responku adalah: "Apaan sih ga rame, gajelas, tokohnya aja gambarnya beda-beda, ngewa". Tapi pacarku suka sekali dengan kartun ini, ia sering tertawa dan berkata "Hahahaha, liat, ga jelas pisan". Aku menyimak dengan tatapan datar dan mulai berpikir apa kotak tertawaku rusak?
Tapi yang membuatku lagi-lagi bingung adalah, aku merasa senang mendengar dia tertawa. Dan aku selalu senang karena aku tahu dia sedang senang juga. Sampai sekarang pun aku suka sekali mendengar dia tertawa, walaupun bukan karena Gumball, kartun kucing aneh yang memiliki ayah seorang kelinci, ibu kucing, saudara perempuan kelinci dan ikan yang berkaki.
Wednesday, 3 October 2018
Distinguished Gentleman’s Ride Bandung 2018 di Mata Cewek Cupu
![]() |
| naikmotor.com |
Wednesday, 13 June 2018
Di Stasiun
Tuesday, 10 April 2018
Kali-kali
Monday, 19 March 2018
Hujan di PKM
Thursday, 1 February 2018
Gitar
Monday, 22 January 2018
Aku Ingin
Aku ingin bersama dengan seseorang, yang bisa aku genggam tangannya di tengah keramaian.
Saling tersenyum dan melempar tawa tanpa peduli dunia.
Dengan langit jingga sebagai penutup hari, dengan sorot lampu yang mulai dinyalakan satu-persatu.
Bersama tanpa kenal waktu.
Saturday, 9 December 2017
How You Met Your BF
Thursday, 26 October 2017
Angin
Wednesday, 18 October 2017
Anak SMA
Percayalah, anak SMA itu masih muda
Kamu masih bisa menjalin sebuah hubungan, lalu berakhir karena tidak cocok. Belum, masih jauh untuk bertahan seumur hidup dengan dia.
Anak SMA itu masih muda
Kamu masih bisa meluncur dari atas pinggiran tangga menuju ke lantai satu. Tidak perlu malu, karena hal itu masih layak dilakukan di usiamu.
Anak SMA itu masih muda
Jika mengantuk di jam istirahat atau di sela-sela pelajaran tanpa guru, tidur saja sepuasmu. Itu adalah kenikmatan tersendiri di jam-jam penuh peluh.
Anak SMA itu masih muda
Cobalah datang terlambat sesekali saat upacara bendera akan berlangsung. Rasakan tiap debaran ketika kamu panik jika tidak akan di bukakan gerbang depan.
Anak SMA itu masih muda.
Aku mohon, jangan dulu anggap kalian sudah dewasa, perjalanan masih panjang, lakukan hal-hal yang kalian suka bahkan jika tidak masuk akal. Karena setelah dewasa, kalian akan menyesal karena tidak melakukannya ketika SMA, masa kanak-kanak terakhirmu di dunia.
Wednesday, 1 February 2017
Hatsune Miku/Keeno - Glow (Lirik + Terjemahan Bahasa Indonesia)
Furisosoida tsumetai ame
Hujan yang dingin ini
Aoi kizu wo tokashitetta
Melelehkan lukaku yang biru
Itsuka miteta yuugurezora no
Diujung langit senja aku melihat masa lalu
Sumikko de warau dareka ga ita
Seseorang disana tersenyum
Kizukanai uchi ni OTONA ni natte
Tanpa kusadari aku telah jadi dewasa
Kirei na uso kuchi ni dekiru hodo
Kebohongan indah mudah mengalir dari bibirku
Ironna itami wo oboete kita kedo
Aku tau bagaimana banyak rasa luka
Soredemo mada itai'n da
Namun yang ini masih terasa sakit
Yuugure no namida ga desou na aka
Langit senja begitu merah membuat air mataku jatuh
Watashi no naka no kimi wo tokashite shimae
Tolong menghilanglah bayanganmu dari hadapanku
Watashi no karada-juu kimi no kizuato de
Aku dipenuhi oleh luka yang kau buat
Afureteiru kara mou susumenai yo
Oleh karena itu aku tidak bisa pergi lebih jauh
Nee kiete keshite yo sou negatteita noni
Hey, dapatkah kamu menghilang? Itulah doaku
Doushite konnani kitsuku dakishimeteru no?
Tapi kenapa kau malah memelukku begitu erat?
Kimi no koe ga tooku naru
Suaramu mulai memudar
Nomikomaresou na aka
Tertelan oleh senja yang merah
Kitto kono mama kimi wo tokashite
Sekarang kau akan segera menghilang
Yoru ni naru dake
Menyatu dengan malam
Awaku somaru yubisaki ni koboreochisou na aka
Merah yang membias samar melewati ujung jariku
Watashi no naka no kimi wo ubatte shimau
Menyisihkan bayangan dirimu dalam diriku
Chigereteku kumoma kara afuredasu namida
Air mataku jatuh diantara potongan awan yang retak
Sukoshizutsu nijimu kimi ni gyutto shigamitsuita
Aku mendekapmu erat seiring dengan dirimu yang memudar



