Sunday, 17 April 2016

Cinderella - A Dream is a Wish Your Heart Makes (Lirik + Terjemahan Bahasa Indonesia)

Cinderella - Ilene Woods (1950) | source: google

A dream is a wish your heart makes
Mimpi adalah harapan yang dibuat oleh hatimu
When you're fast asleep
Saat kau tertidur pulas
In dreams you will lose your heartache
Dalam mimpi kau akan kehilangan dukamu
Whatever you wish for you keep
Apapun harapan yang kau simpan

Have faith in your dreams and someday
Miliki kepercayaan pada mimpimu dan suatu hari
Your rainbow will come smiling through
Pelangimu akan datang sambil tersenyum
No matter how your heart is grieving
Tak peduli betapa kau berkecil hati
If you keep on believing
Jika kau tetap percaya
The dream that you wish will come true
Mimpi yang kau harapkan akan jadi kenyataan


***



Saturday, 16 April 2016

Snow White - Someday My Prince Will Come (Lirik + Terjemahan Bahasa Indonesia)

Snow White - Adriana Caselotti (1937) | source: google

He was so romantic
Dia begitu romantis
I could not resist
Aku tak dapat menolaknya

Someday my prince will come
Suatu hari pangeranku akan datang
Someday we'll meet again
Suatu hari kita akan bertemu lagi
And away to his castle we'll go
Dan ke kastilnya kita akan pergi
To be happy forever i know
Untuk bahagia selamanya aku tahu

Someday when springs is here
Suatu hari saat musim semi tiba
We'll find our love anew
Kita akan menemukan cinta kita lagi
And the birds will sing and wedding bells will ring
Dan burung-burung akan bernyanyi dan bel pernikahan akan berbunyi
Someday when my dreams come true
Suatu hari saat mimpiku jadi kenyataan


***

Wednesday, 13 April 2016

Recommended Anime

HEEIIHHOOOO, JAIHOOOOO *plak

Kembali lagi bersama gue, si cilun dari gua hantu -_- (iya gue tau gue gak kreatif, jadi plis berenti ngeledek)

Udah musim liburan nih (cuma buat kelas 12 yang lagi nganggur sih), gue mau merekomendasikan beberapa anime yang menurut gue seru banget, berkesan, tak terlupakan, dan menggairahkan. Yap that's all.

Ah tapi sebelum itu, gue mau menekankan bahwa kegiatan menonton anime ini bisa lo lakukan kalau lo BENER-BENER gak ada kegiatan bermanfaat lain kaya belajar buat SBMPTN (curhat abis), menjahit, cuci baju, belajar menyetir atau memasak kayak yang papa gue bilang (iya, gue buruk dalam memasak. Terima kasih). Tapi kalo lo udah bisa masak, jait, nyuci dan kegiatan lain di atas, berarti lo udah siap. Siap nikah. Skip. Lo gue izinkan buat have an anime time.

Ah, iya, fyi, ini rekomendasi pribadi dari gue jadi sepenuhnya bersifat opini. Tapi gue bener-bener masukin yang story-nya bagus.

Oke, enjoy!




1. Code Geass



2. Magi The Labyrinth of Magic


3. Shingeki No Kyoujin


4.Naruto


5.Fate Zero


6.Guilty Crown


7. Sword Art Online 


8.Noragami


9. Charlotte


10. Kuroko no Basuke

review nyusul, tee-hee ;-9

Sunday, 20 March 2016

Dunia yang Jahat, Maling dan CM Locker

Hai guys, gue mau bahas dikit pemikiran gue soal dunia yang begitu jahat.

Dunia? Jahat? Jahat gimana?



Biar gue jelasin sedikit. Hidup lo, hidup gue, hidup kita, sekilas kerasa fine-fine aja. Apalagi pas kita kecil. Yang kita tau cuma maen depan rumah sambil makan es lilin sama cilok (iya, buat gue sih kaya gitu). Lo juga pasti pernah ngerasain hal ini secara gak langsung, bahwa dunia itu jahat. Tapi gue pribadi baru menyadari hal ini saat kelas 9 SMP, itupun gue masih belum begitu ngeh. Ada dua kejadian yang bikin gue mikir dunia itu jahat waktu kelas 9 SMP.

Pertama, kejadian gue pulang malem karena ada kegiatan sekolah dan ada banci galak;
Kedua, saat sore hari gue pulang latihan pramuka dan temen gue diculik.

Lo pernah gak sih mengalami kejadian-kejadian se-sinetron itu?

Buat kasus pertama, jadi ceritanya waktu itu gue ada kegiatan pagelaran, lo bisa lihat kegiatan macem apa itu disini : Pagelaran Gree One. Kegiatan ini mengharuskan gue untuk pulang malem (itu juga cuma sekali sih). Nah, di depan sekolah gue ada sebuah pertigaan, dan di malem itu, dengan indahnya ada dua orang banci yang berdiri di tiap sisi-sisi jalan. Gue sama temen-temen gue yang emang sengaja pulang rame-rame ngeliat ada dua orang itu langsung mundur, karena takut. Kita beberapa kali mundur-maju karena ragu-ragu mau lewat jalan itu apa nggak, mengingat jalan yang satunya adalah jalan lewat pasar dimana jalannya itu gelaaappp banget. Akhirnya karena gak ada pilihan lain, kita memutuskan buat jalan ke pertigaan itu (iya, sambil saling dorong). Akhirnya kita lewat pelan-pelan, semuanya nunduk, tapi ternyata pas kita lewat, banci-banci itu nyalak! (Atau apalah istilahnya). Intinya mereka bilang:

"Hei kalian! Gak sopan ya! Kerudung aja di pake tapi kelakuan kaya gitu! Kita juga manusia tau!" dengan bahasa sunda yang kasar dan ada beberapa kata-kata kasar yang dikeluarin juga. Dan kampretnya, pas gue lewat, tas gue di tarik. Dan dia bilang "Ngapain nunduk-nunduk?" Gue pun mengeluarkan suara meringis yang aneh dan mempercepat langkah gue.

Sejak saat itu, gue takut banci.

Tapi di perjalanan, alhamdulillah kita baik-baik aja.

~

Next. Untuk case yang kedua, adalah kejadian temen gue yang diculik. Ini pengalaman interesting gue lainnya. Wow -_-

Pas SMP kelas 7, gue ikut ekskul pramuka, tapi karena sesuatu hal, gue gak betah dan keluar. Suatu hari pas gue kelas 9, gue dipaksa latihan lagi sama temen-temen gue. Gue sampe nangis karena gamau latihan (iya maafkan ke-alay-an gue). Akhirnya ada satu temen gue yang kasian dan akhirnya gue pulang bareng dia.

Di jalan, kita haus dan pengen beli sesuatu. Akhirnya kita milih buat beli Pop-S di pinggir jalan. Pas lagi nunggu antrian, tiba-tiba ada bapak-bapak gemuk berkulit gelap (sebut saja si kebo) muncul dan bilang gini ke temen gue:

"Eh, neng R****, ini uwa (kakaknya orang tua). Tau nggak?" dan temen gue dengan polosnya menggeleng, dan dia dipaksa cium tangan. Gue yang gatau apa-apa cuma diem.

"Neng tau gak teh Nia mau nikah? Tau teh Nia nggak? Itu tuh yang rumahnya disitu. Masa gatau." dan temen gue kembali menggeleng sambil senyum bingung, mencoba seramah mungkin-ke-om-om-yang-gak-dia-kenal. Sampe akhirnya si kebo ngajak temen gue pergi ke minimarket, dan gue harus ikut. Di situ, si kebo cuma keliling-keliling gak jelas sampe akhirnya bilang ke gue:

"Kamu bantu ya, coba pindahin ini mie ke keranjang seratus, sepuluh rasa-sepuluh rasa." dan gue dengan pemikiran polos gue bahwa gue harus nurut apa kata orang tua, nurut. IYA GUE DENGAN BEGONYA NURUT. Dan gue mulai milih-milih mie-nya sementara temen gue dibawa kabur.

"Neng ikut uwa dulu belanja ke sana ya. Ayo sebentar!"

Gue ditinggal di minimarket sendirian. Hina dan caleuy. Gue ngerti sekarang kenapa si kebo lebih milih temen gue, mungkin karena gue kurang menggairahkan -_- Waktu baru masukin 50 mie, gue mulai gelisah dan nge-sms-in temen gue. Kamu dimana? Kamu dimana ih, aku sendirian! Dan si kampret bilang gini:

"Da, kamu pesen pop-S dulu. Bapa-bapa tadi penculik!"

Lo diculik dan nyuruh gue pesen pop-S?! Iya, itu yang dia kirim ke gue (maaf buka aib de :'v).

Dan sms-sms selanjutnya berbunyi:

"Diem da! Aku mau kabur!"

"Aku gak boleh megang hp!"

Singkat cerita, dia berhasil kabur tapi kalung emas dia ke-jambret. Gue yang panik nelponin temen-temen gue yang rumahnya deket dari daerah itu dan pas mereka datang, gue mulai nangis. Tapi temen gue yang diculik biasa aja -_-

***

Jadi itu dua kasus yang pertama bikin gue ngeh kalo hidup itu emang susah, berat dan jahat. Dikemudian hari saat awal-awal masuk SMA, gue menemukan kasus lagi ada maling yang lari siang-siang di pinggir jalan dan dikejar-kejar warga. Terus juga ada lagi anak-anak yang penampilannya kaya preman suka duduk bergerombol pinggir jalan. Belakangan gue denger, beberapa dari anak-anak yang kebanyakan terlihat seumuran gue itu, ternyata broken home. Kasus dunia yang jahat ini jadi bikin pemikiran gue memanjang. Di dunia ini ada orang-orang jahat, tapi kenapa mereka jadi jahat?

Sebelum gue jawab pertanyaan itu, gue mau menceritakan kasus gue yang kesekian. Ini tentang rumah gue yang kemalingan. Setahun kebelakang gue baru ngebangun rumah baru, letaknya sudut jalan banget, pinggir sawah (yang baru gue tau tempatnya rawan banget). Gue sih mikirnya, "Ah, disini enak banyak angin, mahda seneng diem di sini" tapi pemikiran itu tergantikan sudah -_-

Suatu hari, gue lupa tepatnya kapan tapi waktu itu gue kelas 11. Keadaan sehari-hari gue baik-baik aja. Gak ada masalah apa-apa kecuali masalah gebetan *digampar*. Malemnya, gue mainin netbook merah gue seperti biasa (nonton anime-lah, internetan lah) dan terakhir, gue nyalain itu netbook semaleman buat dengerin lagu.

Gue tidur dan semalam pun berlalu.

Bapak gue bangun subuhnya dan tidur di kursi ruang tamu buat ngadem. Dan dia ngerasa kalo tempatnya agak dingin. Beliau ngintip ke jendela dan ngeliat kalo jendelanya udah kebuka. Lari ke kamar gue dia ngeliat netbook gue udah gak ada. Gue yang denger ada orang masuk langsung bangun, dan setelah bapak gue bicara beberapa kata, gue pun tau, netbook gue ilang. Netbook gue yang isinya foto-foto pribadi dari kecil, foto-foto gebetan, lagu-lagu dan ratusan anime, ilang. Disitu gue menyimpulkan: yang maling netbook gue pasti otaku. Oke skip. Dan netbook gue pun hilang untuk selamanya.

Beberapa hari berikutnya, bahkan berbulan-bulan, gue masih terhantui. Untungnya gue ini nokturnal dan sering banget bangun tengah malem cuma buat internetan atau main game. Beberapa kali gue sering ngedenger kaya ada orang diluar, jalan kaki atau loncat (karena ada semacem pager batu di luar rumah). Dan iya, gara-gara maling itu ketakutan gue pas malem bertambah, selain takut ada hantu yang nongol di jendela, gue juga jadi takut maling. Terima kasih maling. Padahal dulu gue suka diem di luar rumah tengah malem buat observasi bintang, dan gue bahagia-bahagia aja. Kampr*t memang

Suatu hari, ketakutan gue pada maling sedang berkurang, otomatis gue lebih takut sama makhluk yang nongol di jendela. Malem itu ada kaya suara cakaran-cakaran di belakang lemari, gue yang takut lari ke kamar orang tua dan dengan begonya bilang: "Ada kodok di kamar." Bapak gue marah. Gue pun balik dan berusaha gak takut dengan mensugestikan bahwa itu cuma tikus. Gue masak mie instan dan makan di kamar, kemudian main game. Diluar gue ngedenger ada suara orang jalan, gue diem, karena takut dimarahin lagi tentu. Dan akhirnya gue abaikan. Tapi setelah itu, gue ngedenger 'kaya' ada orang yang lagi nyongkel jendela. Gue mulai was-was. Tapi kembali inget bapak, gue bilang dalem hati: "Itu maling? Masa sih maling? Ah, kalo maling terus apa? Laptop ada sama gue, kalo dia masuk gue tinggal teriak." Dan akhirnya suara itu berenti. Diganti sama suara tirai yang dibuka "Ah, paling kucing gue." kemudian suara langkah kaki di dalem rumah. Sial. Gue mulai ngintip di celah pintu kalo-kalo ada orang. Dan gak ada. Tapi suara-suara itu masih ada. Pemikiran gue soal tikus muncul. Jadi gue bilang: "Sssshh.. SSSHHHHH!!!" dengan agak keras. Dan suara itu hilang. Gue main game dengan tenang sampe pagi. Dan iya, gak ada apa-apa. Selanjutnya gue mikir. Ngapain ada tikus di ruang tengah? Kan ada kucing gue disana?

Malemnya, tetangga gue deteng kerumah dan ngobrol sama mama di luar. Gue tiba-tiba dipanggil. Gue keluar dan menemukan ada bekas congkelan baru di jendela.

"Berarti tadi malem ada maling lagi, Da!" kata mama. Gue diem. Kaget. Dan dengan muka-minta-ditonjok gue bilang: "Aku denger, Ma."

***

Selanjutnya adalah kemarin, iya, gue kemalingan untuk yang ketiga kalinya. Tapi kali ini lebih menarik.

Gue tidur agak lebih dini, sekitar jam 8, dengan niat gue mau bangun malem buat belajar. Gue pun tidur. Sebelumnya gue matiin lampu karena hari itu Earth Hour. Pebuatan bodoh.

Kemudian, di tengah gelap, gue bangun tiba-tiba (pernah gak sih lo bangun tia-tiba gitu? Tiba-tiba mata lo kebuka aja, dan gaada ngantuk-ngantuknya? Nah kaya gitu). Gue bangun dan pelan-pelan nengok ke kiri, dimana pintu keluar berada. Disana berdiri sesosok hitam, pendek, pake topi, dan laki-laki. Gue bangun pelan-pelan, setengah sadar dan refleks teriak-teriak. Dia diem sebentar di depan gue sampe akhirnya lari dan keluar lewat jendela samping. Orang tua gue bangun dan langsung minta tolong ke tetangga. Kaki gue gemeter. Baru aja ada orang jahat di kamar gue. LIVE DI DEPAN GUE, dan dia kabur. Gue balik ke kasur, ponsel baru gue dan tablet adik gue udah gak ada, tinggal hp jadul gue dari SMP yang nyisa. Lemes, gue bawa hp itu dan miskol. Suaranya gak ada. Disitu gue tau, ponsel gue raib, hilang gitu aja, padahal belom 3 bulan. Lemes, gue jalan keluar rumah. Disebrang sana, panggilan gue diangkat. TELPON GUE DIANGKAT MEN! Buru-buru gue kasih ke mama, terus di kasih ke anak-anak tarka yang lagi nyari ke sawah. Salah satu anak ngangkat telpon dan lucunya bilang: "Halo? Assalamualaikum?" gue ketawa kecil dengernya, masih gelisah, lo sempet-sempetnya salam yaelah :'v

Dan percakapan berlangsung kaya gini:

"Kamu dimana?"

"Diwarung cina (nama daerahnya). Sini kalo berani!"

"Berapa orang itu?!"

"Bertiga."

"Kalo berani sini sendiri-sendiri!"

"Sendiri-sendiri gimana disana banyak orang gitu." (ini karena ibu-ibu berisik, beneran deh -__-)

Dan berakhir dengan saling nantang dan perang kata-kata kasar. Dan sambungan gak ada lagi. Tapi jam 4 pagi itu maling nelpon, apaan coba -_- tapi dia gak ngomong. Dan pas di telpon, suara tante-tante bernada ceria muncul... "nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif." dan gue menghela nafas berat.



Ceritanya belum kelar sampe disitu. Pagi-pagi, gue mulai rungsing mikirin ponsel gue, bbm, line sama foto di galeri yang belum di copy ke laptop. Akhirnya gue nyobain buat buka akun line versi laptop dan install sana sini. Akhirnya gue berakhir di proses verifikasi yang harus buka email. Gue pun sign in di akun gmail gue. Di kotak masuk, di baris pertama ada pesan verifikasi, di baris kedua ada pesan dari CM Locker, aplikasi buat nge-lock layar ponsel. Agak kaget, gue buka pesan itu dan menemukan foto yang ketangkep pas layar ponsel gue mau di bobol (Gue emang pake apl. CM Locker dan layar gue dipasang kunci pola). Kaget, gue panggil orang tua gue dan ngeliatin itu. Mereka bingung kok fotonya bisa ada di situ. Gue pun jelasin kalo aplikasi ponselnya nyambung ke email. Dan orang-orang mulai ribut pada dateng pengen liat.

Cerita gue baru nyampe situ. Gue gak tau kelanjutannya gimana... *mojok

Yang jelas, dari kejadian-kejadian yang gue alami, gue tau kalo ternyata dunia ini Cruel banget. Orang-orang banyak yang hidup susah di luar sana bahkan sampe menghalalkan segala cara buat dapet uang. Tapi ada kasus aneh temen gue. Temen gue lagi ngadain bukber di suatu mall (ini lagi bulan puasa), pas pulang naik motor, tiba-tiba ada orang gila naik motor dari sebrang, mukul pentungan gitu aja ke kepala temen gue sampe bocor. Gila aja, dia apa-apaan coba tiba-tiba main pukul? Lo lagi ToD-an sama temen? -..- (Truth or dare). Dan temen gue langsung dibawa ke rumah sakit malem itu juga. Pikiran gue jadi jamak -_-. Gue juga suka baca berita di BBC, gue liat di luar dunia sana, ada yang negaranya hampir tenggelam, pemerkosaan, perang segala macem, dan kemudian gue liat jahatnya dunia dalam ruang lingkup yang lebih kecil, di rumah gue sendiri. Gue bener-bener jadi takut. Hidup di rumah gue sendiri aja gak aman, gimana di luar sana?

Post gue kali ini cuma mau mengingatkan lo semua aja. Dunia ternyata se-drama itu, se-sinetron itu. Dan perlu kalian ingat, hal-hal di atas gue alami sendiri, dan itu beneran terjadi. Pesan gue yang pertama: pake CM Locker, sumpah, teknologi tuh keren banget. Kedua, hati-hati kalo lagi diluar rumah, jangan mau di ajak orang gak dikenal, yaa, gue tau sih suudzon sama bersikap hati-hati itu beda tipis, tapi utamakan keselamatan lo. Ketiga, buat lo para cewek, rasanya kali ini belajar bela diri itu penting, jadi lo belajar dikit-dikit deh, gue soalnya ngerasa lemah banget waktu ada maling masuk dan gue kecewa sama diri sendiri karena gabisa ngapa-ngapain. Keempat, buat lo yang gak pernah kemalingan, MALING ITU ADA, jadi be careful, simpen barang-barang lo yang apik. Tapi buat kasus gue, se-apik apa pun toh malingnya yang dateng ke rumah, gue ga bisa apa-apa, mungkin emang bukan rejeki gue... *cry*



Well, itu aja dari gue. Gue gak tau apa ada orang yang mau baca post sepanjang ini tapi... makasih buat yang udah mau baca!

 *note: semua gambar dari google

Sunday, 6 March 2016

Angkot Story

Sebagai seorang pelajar yang menjomlo selama masa sekolah ini membuat gue jadi gak pernah ada yang nganter pulang, (6 tahun men! Lo bisa bayangin betapa ngenesnya gue) *nyeka air mata* *ada sih kadang tebengan, biar dramatis aja, wkwk*. Dan karena gak ada yang nganter itulah gue harus terpaksa naik angkutan umum 'angkot' karena jarak sekolah sama rumah yang cukup jauh.
Tapi naik angkot gak seburuk itu kok! *disamping suka diturunin di jalan, ditagih karna uang bayaran kurang atau bahkan kembalian yang gak seharusnya*. Selama beberapa tahun gue naik angkot nyatanya banyak kejadian menarik yang gue alami.

Terutama penumpang.

Karena namanya juga angkutan umum tentu banyak orang dari bermacam kalangan yang naik yang karakternya beda-beda. Nah disini gue pengen share dan cerita dikit tentang pengalaman gue bersama penumpang-penumpang angkot yang beragam. Lo bisa cek di bawah ini...

source: google


Anak Ngajak Kenalan
Suatu hari gue harus pergi ke kolam renang buat tes. Karena sekolah gue ga ada kolam renangnya, jadi kita pergi ke kolam renang umum yang jaraknya lumayan jauh dari sekolah. Karena angkot yang gue naiki lumayan kosong, angkot tiba-tiba berenti buat ngangkut sekumpulan anak-anak pengajian (mereka pake baju muslim dan seragam gitu). Angkot jadi sesek banget dah. Tapi gue agak terhibur dengan candaan-candaan 'bocah' mereka. Kaya nge-'cie-cie'-in temennya, saling ledek, dan sebagainya. Gue beberapa kali nahan ketawa. Nah, pas gue mau turun, ada sekitar 5 anak yang liatin gue dan salah satunya bilang: "teh, pengen kenalan." dan temen-temen ceweknya yang lain pada ikutan. Alhasil gue yang bingung cuma bisa nyalamin mereka satu-satu dengan tampang idiot. "Hehe..hehe.." dan gue pun keluar dari angkot dengan keadaan masih bengong. Ini gue secantik itu ya sampe mau pada kenalan?

Anak SMA Kabur
Ini kejadiannya pas gue masih kecil. Buat lo semua yang mau tau trik kabur mereka, sederhana kok. Mereka saling dorong sebelum turun, semuanya duduk deket pintu, dan pas bilang 'kiri', dua orang ini langsung lari-lari kek habis nahan kencing sebulan di angkot,  keluar tanpa bayar. Nyokap gue ngeliatin, Supirnya ngeliatin, gue juga ngeliatin, dan setelah sedikit ngedumel, angkot jalan lagi dengan normal.

Ibu Pengajian
Atau bisa gue sebut 'nenek-nenek' pengajian. Suatu hari gue lagi sendirian dan tiba-tiba angkot berhenti. Naiklah sepasukan ibu-ibu bergamis ke atas angkot gue dengan ribut. Ada yang naiknya lama karna pake selop, atau badannya kegedean, ribet deh. Dan pas angkot udah penuh, ibu-ibu itu keukeuh teriak-teriak ke temen-temennya yang masih diluar:
"HOY, IEU KOSONG KENEH. KADIEU!" (Hey, ini masih kosong. Kesini!"). Dan gue dengan tampang -ebuset-ini-gue-nyempil-sendiri- cuma bisa diem di pojokan angkot.

Ustadz
Ini agak menarik nih. Kejadiannya pas gue masih SMP. Waktu itu hari jum'at dan gue ber-empat sama temen-temen gue di dalem angkot. Tiba-tiba naik seorang bapak dengan janggut lebat dan pake gamis, sama seorang ibu bercadar bawa dua anak. Dia duduk berhadapan sama kita. Lucunya, si bapak tiba-tiba dakwah aja depan kita. Dia cerita kalo dia kaget sama cewek-cewek zaman sekarang yang bajunya minim-minim dan hal-hal islami lainnya. Kita bersyukur banget itu hari jumat soalnya di hari biasa baju kita pendek semua. Dan pas turun dari angkot perbincangan kita tuh kaya: "Subhanallah ya, masih ada orang baik kaya gitu." "Iya, aku tersentuh loh.". Dan besoknya, kita mulai maksiat lagi.

Anak Cowok
Gue paling gangerti kalo se-angkot sama cowok-cowok bocah. Mereka tuh kalo ada anak cewek yang naik pasti saling dorong, kek najis gitu ke cewek. Kalo kita duduk, mereka langsung geser ke tempat yang paling pojok. Maksud gue, helaw! Lo kira kita alien yang kalo kepegang bisa bikin iritasi atau mandul gitu? -_- Jadi buat cowok-cowok yang masih kaya gini, mati aja sono.

Cewek Rumpi
Ini pasti penumpang yang paling sering ditemui. Geng-geng cewek rumpi. Fenomenal banget. Ngomongin guru lah, gosip soal temen mereka yang baru pacaran lah (Eh tau gak? Si A pacaran sama B loh! | Dan semuanya kaya "OHEYAAHH?!"), atau ngomongin gebetan (gue pernah nemu pasangan yang panggilan sayangnya pangeran-permaisuri, dan gue langsung menggelinjang). Fyi, gue termasuk geng ini. Gue pernah ngomongin soal 'bulu hidung kalo di keritingin gimana ya?' dan salah satu penumpang langsung nutup hidungnya. Kalo gak nahan ketawa, pasti bulu hidungnya keriting.

Orang Cacat
Gue gak mau terlalu bahas yang ini sih, tapi ini realita. Mungkin lo juga pernah ngalamin. Pesan gue: kalo ketemu bersikap biasa aja, jangan langsung ngomongin atau ngeliatin terus. Plis.

Ibu Jahat dan Ibu Baik
Ibu yang jahat ke anaknya menurut temen gue masuk ke kategori 'orang yang belum siap nikah'. Ibu-ibu ini biasanya duduk jauhan sama anaknya, kaya gak mengakui. Terus kerjanya marah-marah. Gue suka miris liatin yang kaya gini. Jangan salahin anaknya kalo kelak dia jadi bermasalah.

Kemudian ibu yang baik adalah ibu yang memangku anaknya di paha atau di dudukin di sebelahnya. Terus bilang: "Nak, mau ibu beliin es krim?" klise, tapi seenggaknya lebih baik dari kategori yang pertama. Dan si anak bakal senyum dengan wajah lucu-masa-kecil-bahagia. Ini nih yang bikin seneng. Jadi buat lo calon ibu, berbuat baiklah pada anak-anak kalian kelak. Dimanapun terutama di tempat umum.

Bapak Sangar
Pernah seangkot sama yang ginian? Gue sih suka risih. Kaya bapak-bapak beranting, berjaket kulit (iya, kek penculik gitu), hitam, besar, berkeringat dan judes. Ngeri dah. Maaf. Emang agak jahat. Tapi lo jangan kaya gue ya, jangan liat orang dari penampilan.

Tentara
Pernah gue seangkot sama seorang tentara sekali (seengganya gue pikir dia tentara dilihat dari seragamnya). Dan yang berkesan buat gue adalah.... Dia duduknya ngangkang banget. Ngabisin tiga kursi penumpang, buset dah pak -_- gue sampe sebel liatnya. Maksud gue, ini tuh angkutan umum pak, agak rapet dikit napa. Ah elah si bapak.

Cogan
Cowok ganteng. Hei cewek-cewek yang baca post gue, lo pasti setuju kalo seangkot sama yang ginian tuh bikin males turun. Apalagi kalo dia duduk sebelah kita terus angkot lagi penuh-penuhnya. Terus dia bilang "Eh, maaf ya, keinjek." dan kita jawab "Gak papa kok, hehe." dan kita pun kenalan, minta nomor hp, ketemuan beberapa kali kemudian jadian. "Cintaku Jatuh di Angkot" kemudian jadi FTV. Buset otak gue :'v

Cewe Cantik
Kalo soal yang ini sih... Bikin males. Oke bercanda. Karna gue cewek, hal wajar yang gue pikirkan kalo ketemu cewek macem gini adalah: 'cantik bangeet' sambil terus liatin dari pala sampe kaki. Itu doang sih plus sirik. Atau tiba-tiba pengen jadi cowok dan ngajak kenalan. Lupakan, gue gak LGBT, sumpah :'v. Well, seengganya cewek cantik enak diliat daripada emak-emak pake legging macam tutul, high heels dan lipstik merah dengan gaya rambut ngembang ala orang jaman dulu. Ugh.

Guru dan Alumni Sekolah
Di tempat gue ada mitos, kalo lo seangkot sama guru A, dan cium tangannya pas ketemu, maka lu bakal dibayarin. Asik gak tuh? Yaa, biar cuma berapa ribu kan lumayan, sisanya bisa di beliin cilok. Dan suatu hari gue pernah seangkot sekali sama guru ini. Dalem hati gue udah banyak bacot: "Gue harus cium tangannya biar dibayarin!" tapi sayang takdir tidak memihak gue, gue duduk jauhan sama si ibu dan alhasil jadi susah buat cium tangannya. Sementara tetangga gue udah berhasil. Gue berdecak. Dan BENER AJA si tetangga gue ongkosnya dibayarin...dan gue nggak. Tetangga gue itu langsung menatap gue seolah bilang: "Huahaha, gue yang dapet ongkos gratisnya mbak, GUE! HUWAHAHA!!". Oke, adegan terakhir tidak pernah terjadi, liatin gue aja kagak.

Kemudian ada alumni. Alumni yang gue maksud adalah alumni yang dulunya sekolah di sekolah gue. Gue lagi pulang berempat (masih sama temen-temen yang sama). Kita habis latihan pramuka. Di jalan kita banyak ngobrol dan ketawa-ketawa. Dan gue perhatiin, bapak-bapak di depan kita tuh kaya ngeliatin terus gitu, sambil senyum-senyum. "Cabul" gue pikir (ya maap ;_; bersikap hati-hati sama buruk sangka beda tipis). Dia juga gue tangkep ngelamun sambil senyum. "Gak bener nih orang" pikir gue waktu itu. Sampe pas kita mau nyampe, si bapak ngajak ngobrol. Dia nanya kita sekolah dimana, dan ternyata dia alumni situ. Dan akhirnya gue sadar, dia senyum-senyum gara-gara nginget masa lalu. Dia inget gebetannya dulu. Oke itu bohong. Dan akhirnya dia bilang: "Angkotnya saya bayarin, yaa, itung-itung dari kakak kelas lah." katanya. Kakak kelas dengan wajah om-om sungguh diluar ekspetasi gue, tapi akhirnya dia beneran bayarin. Kita berempat pun turun dengan sukacita. Makasih pak!

Gebetan
Hiyaaaahhh, langsung baper semuanya lo. Pernah gak seangkot sama gebetan? Atau gebetan lo semua pada naik motor? HAHAHA, RASAKAN (kecuali lo suka naik motor bareng dia.. Hmm.. *mojok). Gue pernah beberapa kali ngalamin ini. Dan lu juga tau kali ya, rasanya tuh kek deg-deg-tai gitu. Pengen bisa duduk sebelahan dan mengalami adegan kaya yang di bagian cogan. Ngaku aje. Dan disini juga lu tuh kaya jaim-jaim gitu. Jijik banget deh :v Tapi yang jelas, hal ini pasti bikin seneng. Hahaha... *ketawa hambar*


Oke, sejauh ini itu dulu. Kalo lo ada tambahan cerita lucu, lo bisa share di komentar. Gue pasti baca ;)
Bhay maksimal!!

Tuesday, 23 February 2016

Surat Untuk Papa

Kepada papa..

Sudah berapa tahun kita tinggal bersama, pa? 17 tahun ya? Menulis surat ini membuatku ingat akan dosa-dosa yang telah kuperbuat selama kita tinggal bersama. Karena seperti yang engkau tahu, aku anak tidak tahu diri.

Benar kata pepatah, seorang ayah adalah cinta pertama putrinya. Papa juga cinta pertamaku. Kebaikan papa melebihi pria manapun yang pernah kutemui.

Aku tahu papa sayang padaku. Papa suka membelikan kado tiap ulang tahunku, mencoba mencari apa yang aku suka, boneka gajah, permainan-permainan, atau bahkan hanya sekedar makanan-makanan kecil hanya demi memperhatikan kepedulianmu.

Papa sayang padaku. Papa lebih mementingkan aku daripada diri papa sendiri. Jika pergi berdua, papa akan memilih helm yang paling jelek dan memberikan aku helm yang bagus. Jika aku hendak berangkat sekolah di musim hujan, papa juga akan membiarkan aku memakai payung yang baru dan ia akan memakai yang lama untuk pergi bekerja.

Papa sayang padaku. Jika aku meminta sesuatu ia akan marah dan menganggap apa yang aku mau tidak penting. Tapi seminggu kemudian barang itu sudah akan ada di kamarku.

Papa sayang padaku. Jika aku berbuat salah dan dimarahi mama, ia akan mengeluarkan kata-kata lucu agar mama tenang dan aku bisa menjauh dari tangisan.

Papa sayang padaku. Aku akan dimarahinya dengan pelan-pelan agar tidak menyakiti hatiku. Mengusap kepalaku dengan penuh cinta sehingga tak bisa aku mengelak segala kata-katanya.
Papa sayang padaku. Aku akan memberikan segalanya untuk papa. Bahkan kebahagiaanku sendiri. Tapi maaf pa, aku belum bisa jadi anak yang baik dan membanggakanmu sepenuhnya. Tapi sungguh, aku sayang padamu.

Terima kasih atas semua hal yang telah engkau berikan. Sungguh, terima kasih.



Dari, aku
Anak perempuanmu.






bisa dibaca juga disini.

Monday, 22 February 2016

Dibawah Pohon Palem

Kepada 5 teman kecilku, Riki, Sidik, Huda, Rani dan Dian..

Sejak aku bayi, aku diasuh oleh orang lain, bukan orang tuaku. Rumahku di RT 3 sedangkan aku dititipkan di RT 4, hal itu membuat aku tidak mengenal lingkungan rumahku sendiri.

Sisi baiknya, aku bertemu dengan kalian.

Aku mengenal kalian entah dari kapan. Aku mengenal kalian bahkan sebelum aku bisa berpikir dengan jelas. Yang aku tahu kita suka bermain bersama sejak dulu, sejak aku belum sekolah atau bahkan bisa mandi sendiri.

Permainan yang sering kita lakukan cukup bisa kuingat. Piknik-piknikan. Dimana kita hanya menggelar sebuah sapu tangan kecil di bawah pohon palem yang juga kecil. Kita hanya membawa jajanan kecil, mungkin hanya lima buah, tapi dulu, hal sederhana itu begitu menyenangkan. Sementara para wanita menyiapkan makanan, yang laki-laki sibuk melakukan lomba lari. Diantara mereka bertiga Sidik selalu menang.

Selain itu kita bermain ucing buaya. Dimana salah seorang akan mengejar kita dan sisanya berusaha mencapai tempat tinggi agar tidak tersentuh oleh si buaya. Saat berlari kita akan melakukan gerakan renang seolah-olah sedang berada dalam danau sungguhan. Aku sering menahan senyum jika mengingatnya. Konyol sekali.

Kemudian sisanya kita hanya berkumpul untuk sekedar membicarakan hal-hal sepele, membicarakan bintang (zodiak) tanpa tahu maksudnya, membicarakan jika kita memiliki elemen ("aku pilih elemen api!" "aku air!"), kemudian membuat mitos sendiri ("batu ini berbentuk penyihir, kalau pecah akan terjadi sesuatu yang buruk pada kita!") atau bahkan saling menjodohkan padahal pacaran saja tidak tahu.

Sidik menyukai Rani, cinta monyet. Kami sering menjodoh-jodohkan mereka. Pasti sampai sekarang mereka masih ingat. Sisanya kupikir menyukai Rani juga, dia gadis yang memiliki daya tarik tersendiri. Dian adalah kakak kelasku, kami beda tiga tahun. Dia suka orang lain selain di grup kami, mungkin seumuran dengannya. Aku sendiri gadis pemalu. Aku tak berani berbicara soal rasa suka waktu dulu. Aku bahkan lupa pernah menyukai siapa. Riki kalau tidak salah?

Disamping kegiatan kami yang liar, aku, Rani dan Dian memiliki girls time. Kami suka berkumpul untuk sekedar membicarakan film kartun yang kami tonton, kemudian menirukannya (terutama tokyo mew mew). Rani sebagai Ichigo karena suka warna pink, aku Minto karena suka warna biru dan Dian Ritsu karena suka warna hijau.

Karena menyukai hal-hal seperti itu kami juga sering membuat 'benda ajaib' kami sendiri. Kami menggunting dan mewarnai. Asik sekali. Kemudian kami membuat cerita kami sendiri. Benar-benar tak terlupakan. Kami juga suka menggambar bersama disamping semua itu. Kami cocok.

Semenyenangkan apapun kegiatan kami, pertemanan kami tetap memiliki masalah. Ya. Masalah sepele anak-anak polos yang belum mengerti demokrasi, musyawarah dan politik.

Kami terkadang saling menjauhi jika terjadi masalah kecil. Jika kupikirkan sekarang, bahkan aku tidak tahu masalahnya apa. Mungkin hanya karena salah satu dari kami diikat dua dan yang lainnya tidak atau hanya karena bisa membeli eskrim walls sementara yang lain hanya bisa membeli es lilin. Lucu. Tapi toh, kami tetap berteman lagi nantinya.

Ini bukan surat. Ini cerita aku tahu. Aku hanya ingin mengingat masa kecil kita yang indah. Kalian adalah teman masa kecilku yang tidak akan pernah kulupakan bahkan setelah 13 tahun berlalu dan pohon palem itu sekarang sudah tumbuh semakin tinggi.

Aku tahu kita sekarang tidak bisa berbincang seperti dulu bahkan hanya bertegur sapa pun sulit (karena pindah rumah, lingkungan sosial yang berbeda, gugup karena pubertas). Tapi kalian tetap sepotong dari masa kecilku yang tanpa kalian mungkin akan hampa.

Terima kasih.
Semoga kita bisa bahagia dengan lingkungan kita yang sekarang. Aku mendoakan.



Salam sayang, aku
Yang rindu akan masa kecil tanpa beban.

Friday, 19 February 2016

Untuk Si Penggemar Miku

Hei, An,

Kapan kita kenal? Sudah cukup lama sepertinya. Berbulan yang lalu mungkin? Aku lupa.
Dipertemukan di sebuah room apakah hal yang istimewa? Kemudian lama-lama mulai berbincang. Kau biasa saja, seperti laki-laki pada umumnya. Bahasamu sama. (Well, apa sih yang aku tahu tentangmu selain caramu menulis pada chat?)

Tapi setelah itu dikemudian hari, aku sempat se-room lagi denganmu di room lain. Kau agak congkak karena lebih jago dariku. Kau juga bilang tak peduli dengan segala urusanku. Kemudian hari itu, aku benar-benar menganggapmu seorang yang menyebalkan. (Pasti kau tak ingat, hahaha).

Kemudian tiap aku masuk room, seperti yang lainnya, kau suka menyapaku, aku hargai itu dan hubungan kita pun biasa saja seperti yang lain juga, tidak ada yang istimewa.
Semuanya berubah sejak kau sering menggodaku.

"Aku sama mahda aja deh."
"Mahda mana?"
"Yah mahda pergi :'"

Tidak sampai disitu. Semua orang juga jadi menggoda kita. Reaksiku? Aku malu, kau tahu? Aku malu dan aku sangat senang. Pers*tan dengan perasaan ini, kau benar-benar cowok yang menyebalkan sekarang. Tahu tidak aku jadi lebih senang on malam hanya karena ingin bertemu denganmu? Aku bahkan tertawa-tawa tiap dini hari karena membaca pesan-pesan itu. Kau buat aku seperti orang gila, An. Padahal... Siapa sih kau?\

Kemudian aku mulai terbawa perasaan. Dengan lancang aku menuliskanmu dalam salah satu ceritaku: Diam, seperti yang selalu aku lakukan jika sedang jatuh cinta pada seseorang. Kau melihatnya, aku tidak tahu bagaimana, dan kau bilang kau juga berdebar. Aku tersenyum sambil berdebar mengetahui hal itu.

Kita belum pernah bertemu, aku tidak tahu kau siapa dan aku takut ini tak berhasil. Jadi, saat kau bilang 'suka', aku memang berdebar, tapi aku tidak bisa seperti, aku tidak mau. Mungkin ini karena trauma masa lalu pada cowok dunia maya yang sebelumnya pernah 'gagal' denganku. Entah berlebihan atau tidak, tapi memang seperti itu.

Hei, An.

Kita sudah jarang satu room lagi. Aku ingin seperti dulu. Bisa tidak? Aku...kangen. Kau sekarang jauh sekali rasanya. Aku takut kita 'berakhir' selagi waktu ini terus berlalu. Aku tidak mau.

Hei, An.

Tapi, maaf ya.. Entah aku naif atau tidak, rasanya aku tetap salah. Dan juga, terima kasih untuk semua perasaan berbunga-bunga itu. Itu membuatku senang selama beberapa waktu dan melupakan beberapa masalahku di dunia nyata. Sekali lagi, terima kasih.
Hanya itu, jaga dirimu ya!



Dari, aku

Thursday, 11 February 2016

Langit Malam

Kepada langit malam yang kurindukan...

Hari ini adalah salah satu malam mendung di bulan Februari. Sudah lama aku tak melihat bintang apapun di langit sana. Dan lagi, padahal 5 planet sedang berjajar dan aku tidak bisa menyaksikan fenomena yang jarang terjadi itu. Aku juga seharusnya bisa melihat rasi Orion di atas kepalaku malam ini, tapi tidak bisa. Kencanku benar-benar telah dirusak.

Aku juga rindu dengan Venus yang biasanya bersinar di langit barat, yang biasanya menemani tiap langkahku tiap malam bahkan jika tanpa bintang dan langit amat gelap. Bintang kejora memang menakjubkan.

Crux. Rasi pertama yang kukenal, si penunjuk arah selatan yang bersinar dengan manis di belakang rumahku, aku juga rindu. Ingat saat pertama aku melihatmu saat usiaku sekitar 12 tahun (mungkin), aku diam di teras rumah, menuggumu muncul dengan keadaan lampu dimatikan, duduk sendirian seperti gadis bodoh, membawa majalah anak dan senter. Pasti aku tampak lucu saat itu, ya, dipertemuan pertama kita.

Tak lupa pada Scorpio, yang telah berhasil memikat hatiku baru-baru ini. Dengan deretan tiga bintangnya yang selalu berkesan dimataku.

Dan lagi, ah! Summer Triangle yang super besar di langit utara. Deneb, Altair dan Vega. Kutemukan beberapa bulan lalu di sawah yang kering. Musim panas. Tepat sekali. Aku selalu teringat kisah cinta segitiga jika melihat mereka bersama. Dasar remaja.

Tak lupa, pada Betelguese dan anak-anaknya -Alnitak, Alnilam, Mintaka-, juga pada Rigel, Canopus, Capella, Denebola, Cassiopeia, Aldebaran, Ursa, Sirius, Castor, Pollux, Regulus, Antares, Cygnus dan si kesayangan Spica. Ah! Kapan kita bisa kencan lagi?





Bisa dilihat juga disini.